
Datang telat lima menitan.. biar dapet kursi di belakang..
Jalan mengendap-endap jangan sampai orang lain merasakan kehadiranku..
Senyum-senyum kalau ada jemaat yang "mergokin"..
Duduk.. diam seribu bahasa..
Pengen cepet-cepet masuk ke sesi doa Bapa Kami..
Dengan suara lirih dan kepala menunduk sedalam-dalamnya..
Sesi doa setelah doa Bapa Kami..
Ampun..Ampun..
Ampuni Bapak dan Ibuku..
Ampuni mereka karena mereka mengampuni aku..
Ampuni mereka karena mereka mengampuni "mereka"..
Ampuni mereka karena ini semua pilihanku..
Ampun..Ampun..
Ampuni dia yang mengasihiku..
Ampuni dia yang kini menjadi cinta dalam hidupku..
Ampuni dia karena aku lah yang tak mau melepaskannya..
Ampun..Ampun..
Ampuni aku..
Ampuni aku karena aku..
Karena aku..
Amin!
Pulang dengan senyum lebar, tapi dengan hati yang remuk..
Berjalan pulang sembari menyusun kembali kepingan hati yang berceceran..
Aku benci.. tapi aku butuh..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar