Kamis, 15 September 2011

Pacaran ituuuuu....

Sebenarnya aku masih bingung..Kalo dibilang pacaran ya pacaran tapi kok ya rasanya gimana gitu ya. Hahahaha Mau nulis tapi bingung cara mengungkapkannya.Nenek Lampirku itu terlalu abstrak untuk dijelaskan secara logis. Ya mungkin namanya orang pacarannya ya siapa sih yang paling oke selain pacarnya. Nobody's perfect till you fall in love with them, right? Seperti ababilers lainnya, aku juga pengen mengungkapkan keababilanku selama jadi ehemnya NeLam. Maksudnya begini, gimana ya, rasanya jadi kecanduan. Ya, klise lah, semua orang yang lagi mabuk cinta kan memang gitu. Namun setiap pasangan mempunyai sesuatu yang berbeda dari begitu banyak hal klise yang memiliki. Somehow, aku merasa sangat amat nyaman. Pacar, teman, musuh, dia bisa jadi semua itu, bahan bisa jadi ibu. Jujur, kami akan selalu menjadi musuh saat memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada untungnya kalau diperdebatkan. Parahnya dia adalah tipe orang yang ga bisa kalo ga ada yang didebatkan. Tapi itu yang aku suka. Ibarat makan dengan berbagai rupa lauk pauk. Tidak ada hal yang membosankan. Seperti menemukan sebuah gunung besar yang di bawahnya terdapat banyak bongkahan emas yang besar. Selalu ada hal baru, semuanya unik. Entah sejak kapan aku mulai jadi makin penasaran, tertarik untuk mengggali terus menerus. Lalu apa yang terjadi jika sudah tidak ada yang bisa digali? tentu saja menikmati semua emas yang didapat, menjaganya, dan menyulapnya menjadi lebih indah. Karena nantinya itu akan menjadi hartaku yang paling berharga. Emas tidak serapuh bunga-bunga indah yang selalu dikagumi. Bukannya ingin ber"muluk-muluk", aku hanya sedang menikmati apa yang aku punya sekarang. Belum tentu aku bisa mendapatkan hal seindah yang aku miliki sekarang. Pacar juga manusia, rasanya sakit sekali ya kalau kita tahu dia terluka atau menangis. Sebenarnya sakit yang kurasakan adalah karena aku tidak bisa menjadi orang yang pertama memeluknya atau mengusap punggungnya. Kadang jarak bagiku seperti monster yang begitu kejam memisahkan kami. Aku berusaha untuk tidak mengeluhkan jarak namun kadang itu terasa begitu menyakitkan. Tapi memang ini konsekuensinya. Tak ada gunanya menangisi hal yang tak akan berubah walau ditangisi sampai setengah mati. cuma mulut yang bisa menjadi angin penyejuk. Tapi aku tahu, dia lebih tangguh dari yang aku pikir. Sebenarnya aku ingin mengungkapkan semua yang aku rasakan, tapi belum ada kata-kata tepat yang bisa mencitrakan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Ya, biarlah aku menikmatinya dulu. Menikmati semua, suka, duka, cinta, bahagia, dan keindahan. :) Mencintaimu adalah mencintai waktu yang Tuhan berikan untukku untuk terus menyayangimu. I heart you.. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar